Jumat, 06 September 2013

Cara Mambuat Urap

Dalam Indonesia:
Assalamu’alaikum wr.wb.
Selamat siang bu,selamat siang teman teman...apa kabarnya hari ini?...saya harap baik baik saja ya...
saya akan memperkenalkan diri saya sendiri..nama saya Aggraini tiara septiana Gunawan Kalian bisa memanggilku dangan Anggita. Bisakah kamu menebak apa yang akan saya masak hari ini?.. dalam kesempatan ini   saya akan memasak makanan khas dari jawa yang namanya  adalah “URAP” ...ada yang pernah mencicipnya?...bisakah kamu menjelaskan enak atau tidak?
Itu adalah bahan bahan tradisional...
Baiklah..saya akan menjelaskan bahan bahan untuk memasak urap yang kita perlukan adalah :
*      cabe merah
*      cabe rawit
*      bawang putih
*      bawang merah
*      kencur
*      gula
*      garam
*      kol
*     
Bagaimana cara membuatnya?
kacang panjang
*      touge
*       kemangi
*       kangkung
*      dan yang pasti parutan kelapa muda
Oke, sekarang saya akan mempraktekkan cara membuatnya  tolong dengarkan saya..
Pertama tama,semua bumbu cabai ,bawang putih,bawang merah,kencur ,digiling  halus dan hasilnya seperti ini..
lalu bumbu ini kita tumis dengan minyak sebanyak  dua  sendok makan...hingga bau harum .Setelah itu langsung di beri gula dan garam sampai rasanya enak.setelah itu,masukkan parutan kelapa muda di dalam tumisan bumbu yang kita tumis(jangan lupa untuk selalu mengaduknya)...kemudian,semua sayuran langsung di rebus di air ..secara satu persatu(setelah direbus sekitar 3 menit lalu angkat dan tiriskanlah)
 Terakhir bumbu yang telah siap dan sayuran yang telah siap..kemudian dicampur semua.
Dan kemudian agar membuatnya lebih cantik kita bisa menaruh  sebuah pohon dari wortel dan potongan timun.
Ini dia..”URAP ALA ANGGRAINI”..silakan dicicipi .. JJ

Bagaimana?...mudah bukan?..cobalah membuatnya di rumah anda...dan berikan saya untuk mencicipinya..hahahaha..hanya bercanda.
Di akhir presentasiku ,saya ucapkan terima kasih untuk  pehatian dan waktunya.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Wassalamu’alaikum..

COOKING URAP
 





In engglish:
Assalamu’alaikum wr.wb
Hi,good afternoon ma’am..good afternoon friends...how are today?..i hope.you are fine..okay..
I’ll introduce myself ,my name is anggraini tiara septiana  Gunawan, you can call me  anggita .
Can you guess what will I to cook today?..okay.. I want to cook  the  special food from java,it’s  “URAP”..
did you taste urap?..can you tell me delicious or not?
Well, I’ll explain the ingredients how to cook Urap we needed are..
*    Hot chili

*      Garlic
*      Onion
*      Kencur
*      Sugar
*      Salt
*      Cabbage
*     Red chili

*     
touge
Long bean
*      kemangi
*      water spinach
*      And of course grated  coconut
Okay,now I want to practice how to make it please listen to me!..
The First ,bland onion,garlic,all chili,kencur to be the smooth flavor of ingredients ,  after that fry the mixture  with two spoon of oil until good smell ..and then  give salt and sugar until good taste..after that mix  the grated coconut (don’t forget to stir always)..and then all the vegetables   boil in boiling water one by one..(After boiled for about 3 minutes,put and drain they .)
Finally,the ready spice and the ready vegetables mix all
For make a beautiful meal we can, put  a tree of carrot and cucumber  cutting
This is it...”URAP BY ANGGRAINI”please taste... JJJ
What about your feel now? You think is very easy, isn’t it?..try it at your home and give me after to taste....hahahaha just kidding..

The last of my presentation ,i say thanks for your time and your attention..
Wassalamu’alaikum wr.wb
BYE...
JJJ...
 










Ikhtisar, Rangkuman , Ringkasan,Resume dan Sinopsis

Mungkin bagi kita ringkasan dan rangkuman sama saja, tetapi kenyataannya berbeda. Perbedaannya yang pertama adalah di bagian bentuk atau strukturnya di mana ringkasan beberapa kalimat-kalimat yang dipisah dengan angka-angka atau butir-butir di mana setiap kalimat dalam satu butir atau angka tersebut memiliki satu ide pokok atau mengandung satu intisari yang jelas. Sedangkan rangkuman kalimat-kalimat tersebut telah disusun rapi dan tidak terpisah satu dengan yang lainnya di mana membentuk beberapa paragraf dan setiap paragraf memiliki satu ide pokok/pemikiran.

Kemudian yang kedua dilihat dari ada tidaknya pendapat dari penulis. Di mana ringkasan tidak memiliki pendapat para peringkas suatu buku dan sebagainya. Jadi, ringkasan itu benar-benar murni diambil dari sesuatu yang diringkas itu sendiri dengan hanya mengambil pokok-pokok pentingnya saja dan mengabaikan bentuk maupun isinya. Biasanya ringkasan ini paling tepat digunakan pada saat wawancara. Lalu rangkuman memiliki pendapat dari penulis terhadap sesuatu yang ia rangkum. Jadi, rangkuman memang benar-benar disusun secara runtut dan jelas.

Jadi, intinya ringkasan merupakan bagian dari rangkuman yang belum disusun.

Pengertian Rangkuman dan Ikhtisar
Rangkuman merupakan hasil kegiatan merangkum. Rangkuman dapat diartikan sebagai suatu hasil merangkum atau meringkas suatu tulisan atau pembicaraan menjadi suatu uraian yang lebih singkat dengan perbandingan secara proporsional antara bagian yang dirangkum dengan rangkumannya (Djuharni, 2001). Rangkuman dapat pula diartikan sebagai hasil merangkai atau menyatukan pokok-pokok pembicaraan atau tulisan yang terpencar dalam bentuk pokok-pokoknya saja.
Rangkuman sering disebut juga ringkasan, yaitu bentuk ringkas dari suatu uraian atau pembicaraan, sedangkan ikhtisar disebut juga intisari dari suatu uraian atau pembicaraan. Pada tulisan jenis rangkuman, urutan isi bagian demi bagian, dan sudut pandang (pendapat) pengarang tetap diperhatikan dan dipertahankan. Hal itu berbeda dengan ikhtisar. Ikhtisar juga merupakan bentuk ringkas dari suatu uraian atau pembicaraan, namun dalam pembuatannya tidak perlu mempertahankan urutan isi dari suatu karangan secara proporsional. Penulisan ikhtisar bisa saja langsung tertuju pada pokok permasalahan.

Resume

Berasal dari kata re (kembali), sume dari bahasa inggris summary yang artinya ikhtisar atau ringkasan. Maka resume dapat diartikan meringkas kembali sekumpulan hasil/tulisan kajian terkini terhadap suatu masalah (jurnal) dengan mencatat kembali poin-poin penting dari jurnal yang terkait.

Sinopsis adalah ringkasan pendek dari suatu cerita (cerita pendek, novel, roman, dan karya-karya sastra yang lainnya) atau karangan.

Ikhtisiar ialah bagian yang sangat penting setelah membuat kesimpulan dan rekomendasi. Ikhtisiar mengandung topik persoalan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tersebut.

Pengertian ikhtisiar (summary) merupakan suatu bagian dari tulisan yang menyampaikan suatu informasi yang penting dari sebuah tulisan dalam bentuk yang sangat singkat.

Ringkasan sebagai suatu keterampilan memproduksi suatu buku teks atau karangan tertentu. Untuk menjadi seorang yang membuat reproduksi yang baik harus benar-benar mengetahui dan memahami ini sebuah buku atau karangan.

Ringkasan
Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proporsional tetap di pertahankan dalam bentuknya yang singkat.
Ikhtisiar
Menurut Juhara (2003). Ikhtisiar adalah penulisan pokok-pokok masalah penulisannya tidak harus berurutan, boleh secara acak atau disajikan dalam bahasa pembuat ikhtisar tanpa mengubah tema sebuah wacana. Ikhtisiar berfungsi sebagai garis-garis besar masalah dalam sebuah wacana yang berukuran pendek atau sedang.
Ikhtisiar yaitu penyajian singkat dari suatu karangan asli yang tidak perlu memberikan isi dari seluruh karangan itu secara proporsional.
Sinopsis
Menurut Moeliono (1988) sinopsis adalah karangan ilmiah yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli. Yang menjadi dasar sinopsis itu adalah ringkasan dan abstrak.


Kamis, 05 September 2013

Puisi Duka Bangsaku

DUKA BANGSAKU

Karya : Anggraini Tiara Septiana Gunawan.



Beribu-ribu nyawa melayang....
Ditebas derasnya ombak .
Beribu-ribu orang hilang.....
Terbawa gelombang badai tsunami..

                                                Tangis....pilu...
                                                Terdengar dimana-mana..
                                                Jeritan-jeritan...
                                                Gambarkan kesedihan...

Mayat-mayat bergelimpangan...
Menunggu kepastian...
Untuk disemayamkan..

                                                Jalan-jalan terputus...
                                                Rumah-rumah hancur..
                                                Dan pohon-pohon tumbang..

Kini....kini bangsaku berduka...
Kini....kini Ibu pertiwi menangis...
Melihat Aceh porak poranda...

                                                Tsunami...
                                                Mengapa engkau datang..?
                                                Tsunami...
                                                Mengapa engkau hancurkan kota kami..?
Mengapa engkau timbulkan

 luka dihati bangsa Kami..?

Penjelasan Direct dan Indirect Speech (Reported Speech)

Penjelasan Direct dan Indirect Speech (Reported Speech) - Direct dan Indirect Speech merupakan materi grammar bahasa Inggris yang banyak diajarkan di jenjang SMP dan SMA. Direct dan Indirect Speech atau yang biasa disebut reporter speech ini menjadi langganan bentuk soal yang sering keluar di UN baik untuk SMP dan SMA.
Atas dasar begitu pentingnya materi Direct dan Indirect Speech ini, maka pada kesempatan kali ini penulis memberikan penjelasan mengenai Direct dan Inderct tersebut dengan lengkap kepada pengunjung sekalian. Semoga bermanfaat.
Direct dan Indirect Speech
Ketika kita merubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, ada beberapa hal yang mengalami perubahan diantaranya perubahan struktur kalimat, tensis, pronoun (kata ganti orang), keterangan waktu dan tempat (Adverbs of time and place).

Sebelum melangkah jauh ke sub-pembahasan tersebut di atas, alangkah baiknya ada juga mengerti tentang apa yang dimaksud Reporting Speech dan Reported Speech.

Reporting Speech adalah bagian dalam kalimat direct speech yang di tandai oleh tanda petik (") dan di akhiri oleh tanda petik (").
  • He said, "I have a present for you in my bag."
  • He asked me, "why do you come late."
Sedangkan Reported Speech adalah baigan awal dari kalimat direct speech.
  • He said, "I have a present for you in my bag."
  • He asked me, "why do you come late."
Untuk itu, pada artikel ini penulis sengaja membagi beberpa sub-penjelasan mengenai direct dan indirect speech berdasakan perubahan-perbuahan di atas.

1. Perubahan Stuktur kalimat
Jika kita lihat pada kalimat direct speech, terdapat ciri-ciri yang identik yaitu terdapat tanda petik ("). Tada petik tersebut merupakan cara yang sering digunakan untuk membedakan mana yang direct atau yang indirect.
Ketika klimat direct speech tersebut dirubah menjadi kalimat indirect speech, tanda petik tersebut pun dihilangkan atau digantikan dengan kata "that" atau "to" (untuk kalimat perintah). Misalnya:

No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He said, "I have a present for you in my bag."
He said that he have a present for me in his bag.
02
He asked me, "why do you come late."
He asked me why I come late.
03
He orderd me, "don't bring a bag."
He ordered me to don't bring a bag.

Perubahan struktur kalimat juga terjadi jika pada direct speech menggunakan kalimat tanya, maka akan dirubah menjadi kalimat afirmatif (berita).
Untuk kalimat direct speech yang menggunakan kalimat tanya "yes-no question" maka akan dirubah menjadi if/whether. Contohnya:

No
Direct Speech
Indirect Speech
01
They asked me, "Do you want to join us to play football?"
They asked me if/whether I want to join them to play football.
02
He asked me, "Does she want to mary me?"
He asked me if/whether she wants to mary her.

Untuk kalimat direct speech yang menggunakan 5W1H question (Why, Who, What, When, WHere, How), maka akan dirubaha menjadi kalimat afirmatif dengan cara sebagai berikut:
No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He asked me, "why do you come late?"
He asked me why you come late.
02
He asked me, "what does she eat?"
He asked me what she eats.
03
He asked me, "when did you come?"
He asked me when I came.
04
He asked me, "who are you?"
He asked me who I am.
05
He asked me, "who is she?"
He asked me who she is.

2. Perubahan Tensis (Tenses)
Seperti yang dijelaskan dimuka, perbuahan dari direct ke indirect juga mempengaruhi tensis yang digunakan. Kebanyakan siswa sulit memahami perubahan yang satu ini. Untuk itu, penulis sengaja membuatkan tabel perubahan tensis agar mudah dimengerti.
Di bawah ini adalah tabel Perubahan Tenses dari direct speech ke indirect speech.
No
Direct Speech
Indirect Speech
01
Simple Present
Simple Past
02
Present Continuous
Past Continuous
03
Present Future
Past Future
04
Present Perfect
Past Perfect
05
Present Perfect Continuous
Past Perfect Continuous
06
Simple Past
Past Perfect
07
Past Continuous
Past Perfect Continuous

Atau bisa lebih dipermudah dengan tabel berikut di bawah ini, yaitu:

No
Direct Speech
Indirect Speech
01
V1 (eat)
V2 (ate)
02
V2 (ate)
Had + V3 (had eaten)
03
Am/is/are
Was/were
04
Do/does
Did
05
Do/does not
Did not
06
Did not
Had not + V3
07
Was/were
Had been
08
Am/is/are + V-ing
Was/were + V-ing
09
Was/were +V-ing
Had been + V-ing
10
Has/have + V3
Had + V3
11
Will/shall/can/may/must
Would/should/could/might/had to
12
Could/might/should/would + V1/be
Could/might/should/would + have+ V3/been

3. Perubahan Pronoun
Perubahan pronoun dan possessive tergantung kepada sabjek dan objek yang dipakai di direct speech (kalimat langsung) yang tentunya mempengaruhi perubahan pronoun pada indirect speech (kalimat tidak langsung).

  • Kata ganti orang pertama (I dan We) pada reporting speech (lihat penjelasan di awal) berubah sesuai subjek yang ada di reproted speech.
No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He said, ‘I am busy.’
He said that he was busy.
02
She said, ‘I am unwell.’
She said that she was unwell.
03
I said, ‘I will be late.’
I said that I would be late.
04
They said, ‘We will not permit this.’
They said that they would not permit that.
05
We said, ‘We need to buy some clothes.’
We said that we needed to buy some clothes.

  • Kata ganti orang kedua (You) di reporting speech pada direct speech berubah sesuai objek pada reported speech.
No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He said to me, ‘You have to come with me.’
He told me that I had to go with him.
02
She said to me, ‘You can go.’
She told me that I could go.
03
She said to him, ‘You can go.’
She told him that he could go.
  • Kata ganti orang ketiga (He, she, it dan they) pada direct speech tidak mengalami perubahan ketika dirubah ke indirect speech.
No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He said, ‘She is a good girl.’
He said that she was a good girl.
02
She said, ‘They have invited us.’
She said that they had invited them.
03
They said, ‘He does not have the necessary qualifications.’
They said that he did not have the necessary qualifications.

4. Perubahan Keterangan waktu dan tempat (Adverbs of time and place)
Tidak cuma itu, dalam perubahan dari direct speech ke indirect speech juga mempengaruhi adverbs khusunya adverb of time (keterangan waktu) dan adverb of place (keterangan tempat). Untuk itu anda wajib memahami tabel di bawah ini.
No
Direct Speech
Indirect Speech
01
Now
Then
02
To day
That day
03
Tomorrow
The next day
The day after
The following day
A day later
04
Next ...
The ... after
The following ...
05
Last ...
The ... before
The Previous ...
06
... ago
... before
... earlier
07
Yesterday
The day before
The previous day
The preceeding day
08
The day before yesterday
Two day before
09
Here
There
10
This
That
11
These
Those

Di bawah ini adalah contoh-contoh direct dan indirect speech untuk menambah pemahaman mengenai penjelasan di atas.
Direct Speech
Indirect Speech
(+)
He said, “I have a present for you in my bag. here
He said that he had a present for me in his bag there.
(-)
He said, “I do not have a present for you in my bag”
He said that he did not have a present for me in his bag.
(?)
He asked, “Do I have a present for you in my bag?”
He asked me if/whether he had a present for me in his bag.
(?)
He asked me, “ Why do I have to have a present for you in my bag?
He asked me why he had to have a present for me in his bag.
(!)
He ordered/commanded me, “Bring my bag here now!”
He ordered/commanded me to bring his bag there then.
(!)
He ordered me, “Don’t bring your bag here!”
He ordered me not to bring my bag there